Kebijakan DHS yang Berubah-ubah: Penangguhan Global Entry dan PreCheck Picu Kebingungan Pelancong Internasional

Kuro News
0

DHS umumkan penangguhan Global Entry batal untuk TSA PreCheck, picu kebingungan pelancong internasional terkait proses imigrasi dan keamanan di

Thumbnail

Kebijakan DHS yang Berubah-ubah: Penangguhan Global Entry dan PreCheck Picu Kebingungan Pelancong Internasional

illustration

📷 Image source: api.time.com

Kebijakan Mendadak yang Mengguncang

Penangguhan dan Pembatalan yang Membingungkan

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS) menciptakan gelombang kebingungan di kalangan pelancong internasional setelah mengumumkan penangguhan program Global Entry dan kemudian membatalkan rencana penangguhan untuk TSA PreCheck. Menurut laporan time.com yang diterbitkan pada 2026-02-22T18:21:10+00:00, pengumuman awal DHS menyatakan bahwa program-program tersebut akan ditangguhkan mulai 1 April 2026 karena masalah pendanaan.

Keputusan ini langsung memicu kepanikan di antara jutaan pelancong yang mengandalkan program percepatan pemeriksaan keamanan dan bea cukai ini. Global Entry adalah program yang memungkinkan warga negara AS dan warga negara tertentu lainnya yang telah lulus pemeriksaan latar belakang ketat untuk melewati antrian panjang di bandara saat tiba dari luar negeri. Sementara TSA PreCheck dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan keamanan di bandara domestik AS.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kronologi Perubahan Kebijakan

Berdasarkan informasi dari time.com, DHS awalnya mengeluarkan pernyataan resmi tentang penangguhan Global Entry, TSA PreCheck, dan program Trusted Traveler lainnya. Alasan yang diberikan adalah kekurangan dana operasional. Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan hanya beberapa jam kemudian, DHS mengklarifikasi bahwa hanya Global Entry yang akan ditangguhkan, sementara TSA PreCheck akan tetap beroperasi seperti biasa.

Perubahan kebijakan yang cepat ini menimbulkan pertanyaan tentang proses pengambilan keputusan di dalam DHS. Tidak jelas apa yang menyebabkan perubahan mendadak tersebut atau apakah ada tekanan politik atau anggaran tertentu yang mempengaruhi keputusan akhir. Sumber time.com menunjukkan bahwa komunikasi internal di DHS mungkin tidak selaras sebelum pengumuman publik dilakukan.

Dampak Langsung pada Pelancong

Konsekuensi Praktis bagi Pemegang Keanggotaan

Bagi sekitar 12 juta anggota Global Entry, penangguhan ini berarti mereka harus kembali melalui proses pemeriksaan bea cukai dan imigrasi reguler yang lebih lama saat tiba di bandara AS dari luar negeri. Rata-rata waktu tunggu yang biasanya hanya 5-10 menit melalui kios Global Entry bisa meningkat menjadi 30 menit hingga lebih dari satu jam, tergantung volume penumpang dan bandara.

Meskipun TSA PreCheck tidak ditangguhkan, kebingungan awal menyebabkan banyak anggota yang juga memiliki PreCheck mengira mereka akan kehilangan kedua manfaat tersebut. Hal ini menciptakan ketidakpastian bagi pelancong bisnis yang sering terbang dan sangat bergantung pada efisiensi waktu yang diberikan oleh program-program ini. Banyak yang telah merencanakan perjalanan internasional dengan asumsi dapat menggunakan Global Entry.

Mekanisme Program yang Terancam

Bagaimana Global Entry Bekerja dan Apa yang Berubah

Global Entry beroperasi melalui sistem biometrik dan pra-persetujuan. Anggota memberikan informasi biometrik (seperti sidik jari dan foto) serta menjalani pemeriksaan latar belakang menyeluruh sebelum disetujui. Saat tiba di bandara AS, mereka dapat menggunakan kios khusus yang memindai paspor dan sidik jari, menjawab pertanyaan deklarasi bea cukai di layar sentuh, dan menerima tanda terima untuk diserahkan kepada petugas.

Penangguhan program berarti infrastruktur ini—ribuan kios di lebih dari 75 bandara internasional AS—tidak akan tersedia bagi anggota mulai 1 April 2026. Petugas bea cukai dan perlindungan perbatasan (CBP) harus menangani semua penumpang melalui jalur reguler, yang berpotensi menciptakan kemacetan lebih besar di area kedatangan internasional. Mekanisme teknis ini menunjukkan kompleksitas logistik di balik penangguhan tersebut.

Konteks Pendanaan dan Politik

Akar Masalah Anggaran

Menurut time.com, masalah pendanaan yang dikutip DHS terkait dengan alokasi anggaran tahun fiskal 2026. Program Trusted Traveler, termasuk Global Entry, didanai sebagian oleh biaya keanggotaan yang dibayar pelancong (saat ini $100 untuk lima tahun untuk Global Entry), tetapi juga memerlukan subsidi operasional dari pemerintah federal. Perselisihan anggaran di Kongres AS diduga mempengaruhi kelangsungan program.

Ini bukan pertama kalinya program imigrasi dan perjalanan AS menghadapi ketidakpastian pendanaan. Namun, skala penangguhan Global Entry—yang melibatkan jutaan pelancong terdaftar—menjadikan kasus ini lebih signifikan. Ketidakpastian informasi tentang apakah penangguhan bersifat sementara atau permanen menambah kompleksitas situasi, dengan DHS belum memberikan garis waktu yang jelas untuk resolusi.

Perbandingan Internasional

Bagaimana Negara Lain Menangani Perjalanan Terpercaya

Program serupa Global Entry exist di beberapa negara. Inggris memiliki Registered Traveller Service (sekarang digantikan oleh UK Border Force), Kanada mengoperasikan NEXUS dan CANPASS, sedangkan Australia memiliki SmartGate yang menggunakan teknologi pengenalan wajah. Namun, sistem AS umumnya dianggap paling komprehensif dalam cakupan dan integrasinya dengan program domestik seperti TSA PreCheck.

Yang membedakan kasus AS adalah volatilitas kebijakan yang tiba-tiba. Di banyak negara, perubahan signifikan pada program perjalanan terpercaya biasanya diumumkan dengan periode transisi yang lebih panjang, memungkinkan pelancong dan operator bandara beradaptasi. Penangguhan mendadak Global Entry tanpa rencana transisi yang jelas menciptakan preseden yang mengganggu bagi reliabilitas sistem perjalanan internasional.

Dampak pada Bandara dan Operator Penerbangan

Tantangan Operasional di Lapangan

Bandara-bandara internasional utama AS kini harus mempersiapkan peningkatan signifikan dalam waktu tunggu di area kedatangan internasional. Bandara seperti JFK New York, LAX Los Angeles, dan Miami International—yang menangani volume tinggi penerbangan internasional—kemungkinan akan mengalami dampak paling parah. Manajemen bandara perlu mengalokasikan lebih banyak petugas dan ruang untuk mengakomodasi aliran penumpang yang sebelumnya diproses melalui kios Global Entry.

Maskapai penerbangan juga menghadapi konsekuensi tidak langsung. Penerbangan internasional yang tiba mungkin mengalami penundaan jika penumpang terjebak lebih lama di pemeriksaan imigrasi, yang dapat berdampak pada jadwal keberangkatan penerbangan berikutnya dan operasi kru. Efek domino ini dapat mengganggu keseluruhan operasi bandara, terutama pada jam-jam sibuk ketika beberapa pesawat internasional besar tiba bersamaan.

Respon dari Komunitas Bisnis dan Pelancong

Kekecewaan dan Kekhawatiran yang Mengemuka

Komunitas bisnis internasional, yang sangat bergantung pada Global Entry untuk efisiensi perjalanan, menyuarakan kekecewaan atas keputusan tersebut. Banyak eksekutif yang melakukan perjalanan lintas negara beberapa kali sebulan mengandalkan program ini untuk meminimalkan waktu transit dan kelelahan perjalanan. Penangguhan dipandang sebagai kemunduran bagi produktivitas bisnis global yang terhubung dengan AS.

Di media sosial dan forum perjalanan, pemegang Global Entry membagikan frustrasi mereka mengenai investasi waktu dan uang mereka dalam program yang kini ditangguhkan. Banyak yang mengajukan pertanyaan tentang apakah biaya keanggotaan mereka akan dikembalikan secara pro-rata, atau apakah keanggotaan mereka akan diperpanjang otomatis setelah penangguhan dicabut. Hingga saat ini, menurut time.com, DHS belum memberikan kejelasan mengenai masalah kompensasi ini.

Ketidakpastian Masa Depan Program

Skenario Potensial dan Jalur Ke Depan

Beberapa ahli kebijakan perjalanan mengajukan kemungkinan bahwa penangguhan Global Entry mungkin bersifat sementara, menunggu resolusi anggaran atau restrukturisasi program. Skenario lain termasuk pengenalan biaya keanggotaan yang lebih tinggi untuk membuat program mandiri secara finansial, atau penggabungannya dengan program Trusted Traveler lainnya. Namun, semua ini masih spekulasi mengingat kurangnya komunikasi transparan dari DHS.

Yang pasti, episode ini telah merusak kepercayaan pelancong terhadap stabilitas program pemerintah AS yang dirancang untuk memfasilitasi perjalanan internasional. Bahkan jika Global Entry dihidupkan kembali di masa depan, pelancong mungkin lebih enggan untuk berinvestasi dalam program yang terbukti rentan terhadap perubahan kebijakan mendadak. Dampak jangka panjang pada partisipasi program bisa signifikan, terlepas dari resolusi pendanaan jangka pendek.

Risiko dan Batasan Komunikasi Pemerintah

Pelajaran dari Krisis Komunikasi Ini

Kasus ini menyoroti risiko komunikasi pemerintah yang terburu-buru dan tidak terkoordinasi. Pengumuman awal yang salah tentang TSA PreCheck—yang kemudian dikoreksi—menciptakan kebingungan yang tidak perlu dan memperburuk krisis kepercayaan. Proses di mana keputusan kebijakan besar diumumkan, kemudian diubah secara signifikan dalam hitungan jam, mempertanyakan protokol peninjauan internal di DHS.

Batasan utama dalam situasi ini adalah kurangnya informasi tentang berapa lama penangguhan akan berlangsung, kriteria spesifik untuk menghidupkan kembali program, dan rencana kontinjensi untuk meminimalkan gangguan. Ketidakpastian ini memperumit perencanaan bagi semua pemangku kepentingan: pelancong, maskapai, operator bandara, dan bisnis yang bergantung pada perjalanan internasional yang lancar. Transparansi yang lebih besar tentang proses pengambilan keputusan akan membantu meredakan beberapa kekhawatiran ini.

Implikasi untuk Keamanan Perbatasan

Pertukaran antara Keamanan dan Kenyamanan

Program Global Entry dirancang sebagai pertukaran antara keamanan dan kenyamanan: pemerintah melakukan pemeriksaan latar belakang menyeluruh sebelumnya untuk mempercepat proses kedatangan, sehingga petugas bea cukai dapat fokus pada penumpang yang berisiko lebih tinggi. Dengan penangguhan program, semua penumpang sekarang akan melalui pemeriksaan yang sama, berpotensi mengalihkan perhatian petugas dari target pemeriksaan yang lebih bernuansa.

Beberapa ahli keamanan berargumen bahwa sistem sebelumnya—di mana pelancong rendah risiko diidentifikasi dan diproses secara efisien—sebenarnya meningkatkan keamanan perbatasan dengan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Kembali ke sistem 'satu ukuran untuk semua' di kedatangan internasional mungkin justru mengurangi efektivitas keamanan dengan membebani petugas dengan volume pemeriksaan rutin yang lebih besar, mengurangi waktu untuk analisis mendalam terhadap kasus yang mencurigakan.

Perspektif Pembaca

Bagaimana Pengalaman Anda?

Sebagai pelancong internasional atau pemegang Global Entry/TSA PreCheck, bagaimana penangguhan ini mempengaruhi rencana perjalanan Anda? Apakah Anda merasa program semacam ini merupakan kemewahan atau kebutuhan dalam perjalanan bisnis dan pribadi internasional di era modern?

Bagi yang pernah menggunakan sistem perjalanan terpercaya di negara lain, bagaimana pengalaman Anda membandingkan dengan Global Entry AS? Apakah volatilitas kebijakan seperti yang terjadi di AS juga umum di negara lain, atau ini merupakan keunikan sistem pemerintahan tertentu?


#GlobalEntry #TSAPreCheck #DHS #KeamananPenerbangan #PelancongInternasional

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top