Jesse Berdis: Dari Teknisi Roket ke Arsitek Sistem Kehidupan untuk Misi Bulan Artemis 2

Kuro News
0

Jesse Berdis, mantan teknisi otomotif dan roket, kini jadi arsitek sistem penopang kehidupan ECLSS untuk misi Artemis 2 NASA yang akan bawa manusia

Thumbnail

Jesse Berdis: Dari Teknisi Roket ke Arsitek Sistem Kehidupan untuk Misi Bulan Artemis 2

illustration

📷 Image source: images-assets.nasa.gov

Pengantar: Wajah di Balik Sistem Penopang Kehidupan Artemis

Mengenal Insinyur yang Menjamin Napas dan Air bagi Awak Orion

Dalam misi Artemis 2 yang bersejarah, yang akan membawa manusia mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, keselamatan empat astronaut bergantung pada sistem yang rumit dan vital. Di balik sistem penopang kehidupan dan kontrol lingkungan pesawat ruang angkasa Orion, terdapat seorang insinyur bernama Jesse Berdis.

Sebagai wakil manajer sistem untuk Environmental Control and Life Support System (ECLSS) di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, peran Berdis sering kali tidak terlihat tetapi sangat menentukan. ECLSS adalah sistem yang memastikan awak dapat bernapas, memiliki air minum, dan lingkungan kabin yang layak huni selama perjalanan mereka yang berbahaya, menurut penjelasan di nasa.gov.

Jalur Karir yang Tidak Terduga: Dari Mesin ke Luar Angkasa

Perjalanan dari Teknisi Otomotif ke Insinyur Sistem Kritikal NASA

Jesse Berdis tidak memulai karirnya dengan mimpi bekerja di NASA. Latar belakang awalnya justru di dunia otomotif, sebagai teknisi yang memperbaiki mesin mobil. Pengalaman hands-on ini, yang mungkin tampak jauh dari teknologi ruang angkasa, justru memberinya fondasi mekanis dan pemecahan masalah yang praktis.

Transisi menuju aerospace dimulai ketika ia mengambil pekerjaan sebagai teknisi roket. Posisi ini memberinya pemahaman langsung tentang kompleksitas dan toleransi ketat yang dibutuhkan dalam sistem propulsi. Jalur karirnya kemudian berkembang secara organis, membawanya ke peran yang semakin teknis dan bertanggung jawab, sebelum akhirnya mendarat di NASA Goddard untuk mengerjakan sistem yang paling kritis bagi astronaut: penopang kehidupan mereka.

Memahami ECLSS: Jantung dari Keberlangsungan Hidup di Orion

Apa yang Dilakukan Sistem Kontrol Lingkungan dan Penopang Kehidupan

Environmental Control and Life Support System (ECLSS) bukanlah satu perangkat tunggal, melainkan jaringan sistem terintegrasi yang menjalankan fungsi-fungsi penting. Sistem ini bertanggung jawab untuk menyediakan udara yang dapat dihirup dengan mengatur kadar oksigen dan menghilangkan karbon dioksida yang dihembuskan oleh awak.

Selain itu, ECLSS mengelola suhu dan kelembaban di dalam kapsul Orion, memproses dan mendaur ulang air untuk minum dan kebutuhan lainnya, serta mengelola limbah. Dalam misi yang terisolasi dan berjarak ratusan ribu kilometer dari Bumi, kegagalan pada sistem ini dapat berakibat fatal, sehingga keandalan mutlak adalah prasyarat yang non-negosiasi.

Tantangan Unik Misi Artemis 2: Mengelilingi Bulan

Perbedaan dengan Misi Orbit Bumi Rendah dan Implikasinya bagi ECLSS

Misi Artemis 2 membawa tantangan yang berbeda dibandingkan misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) di orbit Bumi rendah. Awak Orion akan melakukan perjalanan lebih dari 370.000 kilometer dari Bumi, melampaui sabuk radiasi Van Allen, dan mengitari sisi jauh Bulan. Jarak ini berarti tidak ada kemungkinan untuk kembali dengan cepat dalam keadaan darurat.

Sistem ECLSS harus beroperasi secara sempurna dan mandiri untuk durasi misi yang lebih panjang di lingkungan dengan radiasi yang lebih tinggi. Sistem ini harus dirancang untuk menangani skenario kegagalan tanpa adanya opsi penyelamatan cepat dari Bumi, sebuah tekanan yang jauh lebih besar daripada yang dihadapi dalam misi orbit rendah.

Proses Verifikasi dan Validasi yang Ketat

Bagaimana Setiap Komponen Diuji Sampai ke Batas Kemampuannya

Sebelum sistem ECLSS dinyatakan siap untuk misi berawak, setiap komponen, subsistem, dan sistem secara keseluruhan menjalani serangkaian pengujian yang sangat ketat. Proses ini melibatkan pengujian di ruang vakum termal untuk mensimulasikan kondisi ruang hampa dan ekstrem suhu, getaran untuk meniru peluncuran, serta uji siklus hidup untuk memastikan daya tahan.

Tim Berdis juga menjalankan simulasi operasional yang panjang, di mana sistem dijalankan dalam kondisi yang meniru misi sebenarnya untuk mengidentifikasi kelemahan potensial. Setiap anomali, sekecil apa pun, diselidiki secara mendalam hingga akar penyebabnya ditemukan dan diperbaiki. Filosofi 'test as you fly, fly as you test' diterapkan dengan ketat.

Kolaborasi dengan Mitra Internasional dan Komersial

Jaringan Kerja Sama di Balik Teknologi Penopang Kehidupan

Pengembangan ECLSS untuk Orion bukanlah usaha NASA yang terisolasi. Sistem ini memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari puluhan tahun pengoperasian sistem serupa di ISS, yang melibatkan kolaborasi dengan badan antariksa internasional seperti ESA (European Space Agency). Beberapa teknologi mungkin berasal atau diinspirasi oleh sistem yang telah terbukti di laboratorium orbit tersebut.

Selain itu, NASA semakin banyak bekerja dengan perusahaan sektor swasta dalam pengembangan teknologi. Kolaborasi ini memungkinkan pertukaran inovasi dan pendekatan baru. Namun, tanggung jawab akhir untuk integrasi, pengujian, dan sertifikasi sistem untuk misi berisiko tinggi seperti Artemis 2 tetap berada di pundak tim NASA seperti yang dipimpin oleh para profesional seperti Jesse Berdis.

Dampak Teknologi ECLSS bagi Kehidupan di Bumi

Spin-off Teknologi yang Berpotensi Memecahkan Masalah Global

Teknologi yang dikembangkan untuk sistem penopang kehidupan di ruang angkasa sering kali menemukan aplikasi yang berharga di Bumi. Sistem penyaringan dan daur ulang air yang sangat efisien, misalnya, memiliki potensi untuk diterapkan di daerah dengan sumber air terbatas atau dalam sistem daur ulang air limbah yang lebih efektif.

Demikian pula, teknologi pemantauan kualitas udara secara real-time dan sistem kontrol atmosfer yang presisi dapat digunakan dalam pengaturan medis, seperti ruang isolasi untuk pasien, atau dalam industri yang memerlukan lingkungan bersih. Inovasi yang didorong oleh kebutuhan bertahan hidup di ruang angkasa ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan kesehatan masyarakat di planet asal kita.

Risiko dan Batasan yang Tetap Dihadapi

Area Ketidakpastian dan Tantangan yang Belum Terpecahkan Sepenuhnya

Meskipun telah melalui pengujian yang ekstensif, risiko inherent tetap ada dalam setiap misi eksplorasi manusia ke dalam yang belum dipetakan. Lingkungan radiasi di luar sabuk pelindung magnet Bumi adalah salah satu tantangan terbesar, yang dapat memengaruhi kinerja komponen elektronik sensitif dalam sistem ECLSS dalam jangka panjang.

Selain itu, durasi misi Artemis 2, meskipun lebih panjang dari misi orbit Bumi, masih relatif singkat dibandingkan dengan misi Artemis di masa depan yang bertujuan untuk pendaratan permukaan yang lebih lama. Data dari Artemis 2 akan sangat penting untuk memvalidasi kinerja sistem dalam lingkungan deep space yang sebenarnya, dan mungkin mengungkap area untuk perbaikan yang tidak terdeteksi selama pengujian di Bumi.

Persiapan Menuju Peluncuran: Fase Final

Aktivitas yang Dilakukan Tim Sebelum Misi Berlangsung

Menjelang peluncuran Artemis 2, tim ECLSS memasuki fase operasional dan dukungan. Ini termasuk memastikan sistem dalam kondisi 'siap terbang' setelah diintegrasikan ke dalam kapsul Orion, mempersiapkan prosedur pemantauan selama misi, dan melatih tim kontrol misi yang akan mengawasi kinerja sistem dari Bumi.

Tim juga menyiapkan kontingensi untuk berbagai skenario 'what-if'. Jika sensor melaporkan pembacaan yang tidak normal, atau jika suatu komponen menunjukkan tanda-tanda penurunan kinerja, tim harus memiliki rencana aksi yang telah dipraktikkan untuk didiskusikan dengan para flight director dan astronaut. Persiapan ini adalah puncak dari bertahun-tahun kerja keras dan ketelitian.

Warisan dan Masa Depan: Melampaui Artemis 2

Bagaimana Pekerjaan Saat Ini Membuka Jalan untuk Eksplorasi yang Lebih Jauh

Kesuksesan sistem ECLSS pada Artemis 2 bukanlah titik akhir, melainkan batu loncatan yang penting. Data dan pengalaman yang diperoleh akan langsung menginformasikan desain dan operasi sistem untuk misi Artemis berikutnya, termasuk misi pendaratan di permukaan Bulan. Sistem untuk habitat permukaan Bulan atau pesawat ruang angkasa untuk misi ke Mars akan membutuhkan tingkat daur ulang dan otonomi yang lebih tinggi lagi.

Pekerjaan Jesse Berdis dan rekan-rekannya hari ini berkontribusi pada pembangunan badan pengetahuan yang memungkinkan manusia tidak hanya mengunjungi, tetapi juga hidup dan bekerja di dunia lain. Setiap napas yang diambil oleh awak Artemis 2, setiap teguk air yang mereka minum, akan menjadi bukti dari fondasi yang dibangun oleh insinyur sistem yang berdedikasi ini.

Perspektif Pembaca

Eksplorasi ruang angkasa sering kali menyoroti para astronaut sebagai wajah publiknya, sementara ratusan insinyur dan spesialis di belakang layar memastikan setiap detail teknis berfungsi dengan sempurna. Peran seperti yang dijalani Jesse Berdis—memastikan dasar-dasar kehidupan seperti udara dan air—adalah yang paling fundamental namun mungkin kurang dikenal.

Bagaimana menurut Anda? Apakah cerita tentang para insinyur dan 'problem solver' di balik misi-misi besar seperti Artemis seharusnya mendapatkan porsi publisitas yang setara dengan para astronaut? Atau, apakah fokus publik pada awak yang terbang adalah hal yang wajar dan efektif untuk menginspirasi? Kami mengundang perspektif Anda berdasarkan pengalaman atau pengamatan Anda terhadap bagaimana narasi sains dan teknologi dibangun di masyarakat.

Apakah dalam bidang Anda sendiri—apakah itu pendidikan, kesehatan, teknik, atau lainnya—Anda juga melihat adanya 'unsung heroes' yang karyanya sangat penting tetapi jarang mendapat sorotan? Bagaimana kita dapat lebih menghargai kontribusi kolektif di balik setiap pencapaian besar?


#NASA #Artemis2 #RuangAngkasa #ECLSS #Teknologi

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top