Iran Ganti Gubernur Bank Sentral, Upaya Tekan Inflasi dan Meredam Gelombang Protes

Kuro News
0

Iran ganti gubernur bank sentral untuk tekan inflasi tinggi dan redam protes biaya hidup. Mohammad Reza Farzin ditunjuk gantikan Ali Salehabadi di

Thumbnail

Iran Ganti Gubernur Bank Sentral, Upaya Tekan Inflasi dan Meredam Gelombang Protes

illustration

📷 Image source: images.ft.com

Perombakan di Puncak Bank Sentral Iran

Mohammad Reza Farzin menggantikan Ali Salehabadi di tengah tekanan ekonomi yang memuncak

Pemerintah Iran melakukan pergantian mendadak di puncak otoritas moneter negaranya. Mohammad Reza Farzin secara resmi ditunjuk sebagai Gubernur Bank Sentral Iran yang baru, menggantikan Ali Salehabadi yang menjabat sejak 2021. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden Ebrahim Raisi, menandai langkah strategis dalam upaya mengendalikan krisis ekonomi yang memicu gelombang protes masyarakat.

Perombakan ini terjadi di tengah inflasi tahunan yang terus melambung tinggi, dengan harga pangan dan kebutuhan pokok melonjak drastis. Menurut laporan ft.com yang diterbitkan pada 2025-12-31T17:26:34+00:00, pergantian pimpinan bank sentral merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meredam protes terkait biaya hidup yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Situasi ini diperparah oleh sanksi internasional yang ketat terhadap sektor energi dan keuangan Iran.

Protes Biaya Hidup: Tekanan dari Jalanan

Kenaikan harga pangan dan bahan bakar memicu ketidakpuasan massal

Gelombang protes di Iran telah menyebar ke berbagai kota, dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng, ayam, dan telur yang mencapai level tertinggi. Demonstrasi yang bermula dari ketidakmampuan membeli kebutuhan sehari-hari ini kemudian berkembang menjadi ekspresi ketidakpuasan yang lebih luas terhadap kondisi ekonomi.

Laporan ft.com menyatakan bahwa pemerintah berusaha menenangkan situasi dengan langkah-langkah seperti meningkatkan subsidi dan mengontrol harga, namun upaya tersebut belum berhasil meredam gejolak. Protes ini menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Raisi, yang telah berjanji untuk memperbaiki perekonomian namun menghadapi kendala sanksi yang membatasi akses devisa dan perdagangan internasional.

Profil Mohammad Reza Farzin: Ahli Ekonomi Berpengalaman

Latar belakang akademik dan pengalaman di sektor perbankan

Mohammad Reza Farzin bukanlah nama baru dalam lingkaran kebijakan ekonomi Iran. Sebelum penunjukannya, Farzin memiliki rekam jejak yang panjang di sektor perbankan dan akademisi. Ia pernah menjabat sebagai kepala Organisasi Administrasi Pajak Iran dan memiliki pengalaman sebagai wakil gubernur bank sentral.

Latar belakang akademisnya yang kuat di bidang ekonomi, ditambah dengan pengalaman praktis dalam mengelola institusi keuangan, diharapkan dapat membawa pendekatan baru dalam menangani krisis moneter. Menurut ft.com, Farzin dianggap sebagai figur yang memahami kompleksitas perekonomian Iran di bawah tekanan sanksi, meskipun tantangan yang dihadapinya sangat besar.

Inflasi Melonjak: Angka yang Mengkhawatirkan

Tekanan harga mencapai level yang menyulitkan rumah tangga biasa

Bank Sentral Iran melaporkan inflasi tahunan tetap berada di level yang sangat tinggi, jauh di atas target yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan harga tidak merata, dengan komponen pangan dan perumahan mengalami tekanan terberat. Hal ini secara langsung mengurangi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.

Konversi nilai mata uang rial terhadap dolar AS di pasar tidak resmi juga terus melemah, memperburuk situasi dengan membuat barang-barang impor menjadi semakin mahal. Menurut analisis dalam laporan ft.com, kombinasi inflasi tinggi dan depresiasi mata uang telah menciptakan tekanan ganda pada perekonomian rumah tangga, yang menjadi bahan bakar utama ketidakpuasan sosial.

Dampak Sanksi Internasional pada Kebijakan Moneter

Bagaimana pembatasan global membatasi ruang gerak bank sentral

Sanksi ekonomi yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya telah secara signifikan membatasi kemampuan Bank Sentral Iran dalam mengelola perekonomian. Pembatasan akses ke sistem keuangan global membuat bank sentral kesulitan untuk melakukan transaksi internasional, mengelola cadangan devisa, dan menstabilkan nilai tukar mata uang.

Laporan ft.com menjelaskan bahwa sanksi ini tidak hanya mempengaruhi sektor energi, tetapi juga menghambat perdagangan barang-barang non-minyak dan menghalangi investasi asing. Kondisi ini mempersempit pilihan kebijakan yang tersedia bagi gubernur bank sentral yang baru, memaksanya untuk bekerja dalam kerangka yang sangat terbatas sambil berusaha menurunkan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.

Tantangan Utama di Meja Kerja Farzin

Mengendalikan inflasi, stabilkan mata uang, dan pulihkan kepercayaan

Tugas utama Mohammad Reza Farzin adalah menurunkan inflasi yang telah menggerogoti daya beli masyarakat. Namun, mencapai tujuan ini memerlukan keseimbangan yang rumit antara kebijakan moneter ketat dan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam kondisi sanksi.

Stabilisasi nilai tukar rial akan menjadi prioritas lain yang mendesak, karena fluktuasi yang tajam menciptakan ketidakpastian bagi pelaku bisnis dan memperburuk tekanan inflasi impor. Selain itu, Farzin perlu memulihkan kepercayaan publik terhadap kemampuan bank sentral dalam mengelola perekonomian, sebuah tantangan yang tidak mudah di tengah memori publik akan kegagalan kebijakan sebelumnya.

Respons Pasar dan Masyarakat Terhadap Pergantian

Apakah perubahan kepemimpinan akan membawa perubahan nyata?

Respons awal terhadap penunjukan Farzin beragam. Beberapa analis melihatnya sebagai pengakuan pemerintah bahwa pendekatan sebelumnya tidak cukup efektif dalam menangani krisis, sementara yang lain skeptis apakah perubahan personalia saja dapat mengatasi akar masalah ekonomi yang struktural.

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah apakah Farzin akan diberikan otonomi dan alat kebijakan yang diperlukan untuk melakukan reformasi yang berarti, atau apakah kebijakannya akan tetap dibatasi oleh pertimbangan politik yang lebih luas. Masyarakat, yang telah lelah dengan janji-janji perbaikan, kemungkinan akan menilai kepemimpinan baru ini berdasarkan hasil nyata dalam menurunkan harga kebutuhan pokok dan memperbaiki kondisi kehidupan mereka.

Masa Depan Kebijakan Ekonomi Iran di Bawah Kepemimpinan Baru

Antara harapan reformasi dan realitas kendala struktural

Penunjukan Mohammad Reza Farzin membuka babak baru dalam upaya Iran mengatasi krisis ekonomi. Kesuksesannya tidak hanya akan diukur oleh angka inflasi atau nilai tukar, tetapi juga oleh kemampuannya meredakan ketegangan sosial yang dipicu oleh kesulitan ekonomi.

Langkah-langkah yang mungkin diambil termasuk pengetatan kebijakan moneter untuk mengerem inflasi, reformasi di sektor perbankan untuk meningkatkan efisiensi, dan upaya untuk meningkatkan pendapatan non-minyak guna mengurangi ketergantungan pada sektor yang rentan sanksi. Namun, efektivitas semua kebijakan ini tetap akan sangat bergantung pada dinamika politik domestik dan perkembangan sanksi internasional, faktor-faktor yang berada di luar kendali langsung bank sentral.

Pada akhirnya, pergantian gubernur bank sentral ini mencerminkan upaya pemerintah Iran untuk merespons tekanan dari jalanan. Apakah langkah ini akan berhasil menenangkan protes dan memperbaiki perekonomian, atau hanya menjadi perubahan simbolis di permukaan, masih harus dibuktikan dalam bulan-bulan mendatang.


#Iran #BankSentral #Inflasi #Protes #Ekonomi

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top