Analis Galaxy Ungkap Alasan Bitcoin Berpotensi Tembus di Bawah $60.000

Kuro News
0

Analis Galaxy Digital ungkap risiko Bitcoin tembus di bawah $60.000 akibat tekanan jual dari pemerintah Jerman, distribusi Mt. Gox, dan penjualan

Thumbnail

Analis Galaxy Ungkap Alasan Bitcoin Berpotensi Tembus di Bawah $60.000

illustration

📷 Image source: cdn.decrypt.co

Peringatan dari Analis: Bitcoin di Ambang Koreksi Lebih Dalam

Alex Thorn dari Galaxy Digital Soroti Tekanan Jual yang Mengancam

Pasar kripto kembali dihadapkan pada peringatan tajam dari seorang analis ternama. Alex Thorn, Kepala Penelitian Perusahaan Aset Digital Galaxy Digital, menyampaikan analisis yang mengindikasikan bahwa harga Bitcoin berisiko mengalami penurunan lebih lanjut, bahkan berpotensi menembus level psikologis di bawah $60.000 atau sekitar Rp 960 juta. Peringatan ini muncul di tengah ketidakpastian pasar yang masih menyelimuti aset digital terbesar dunia tersebut.

Laporan dari decrypt.co pada 3 Februari 2026 mengutip penjelasan Thorn yang berfokus pada dinamika penawaran dan permintaan yang sedang berlangsung. Dia tidak sekadar meramal, melainkan memaparkan data dan mekanisme pasar yang konkret. Ancaman penurunan ini, menurutnya, bersumber dari beberapa faktor fundamental yang sedang aktif memberikan tekanan pada harga.

Pelepasan Aset oleh Pemerintah Jerman dan Mt. Gox

Gelombang Penawaran Baru yang Membanjiri Pasar

Salah satu pemicu utama yang diidentifikasi Thorn adalah aktivitas penjualan oleh pemerintah Jerman. Otoritas Jerman diketahui telah memindahkan sejumlah besar Bitcoin dari dompet yang dikaitkan dengan penyitaan dari situs web film bajakan Movie2k bertahun-tahun lalu. Menurut analisis blockchain, ribuan Bitcoin telah berpindah ke pertukaran kripto utama, sebuah langkah yang secara luas ditafsirkan sebagai persiapan untuk dijual.

Ini menciptakan tambahan pasokan yang signifikan di pasar spot. Ketika pemerintah menjual aset digitalnya, transaksi itu langsung menambah jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dibeli trader, yang dapat mendorong harga turun jika permintaan tidak mampu menyerapnya. Thorn menyebut aktivitas ini sebagai sumber tekanan jual yang nyata dan terukur.

Ditambah lagi dengan bayang-bayang distribusi aset dari estate Mt. Gox. Meski waktu pastinya masih belum jelas, prospek bahwa para kreditur exchange yang telah lama bangkrut itu akan segera menerima pengembalian Bitcoin mereka menciptakan ketakutan akan penjualan besar-besaran. Pikiran bahwa sejumlah besar Bitcoin bisa dilempar ke pasar kapan saja menciptakan ketidakpastian yang mencegah investor untuk bersikap agresif.

Tekanan dari Miner Bitcoin yang Menjual Hasil Tambang

Faktor lain yang tak kalah penting berasal dari dalam ekosistem Bitcoin sendiri: para penambang atau miner. Thorn mengamati bahwa para miner telah meningkatkan aktivitas penjualan mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka diketahui menjual sebagian besar Bitcoin yang mereka hasilkan, alih-alih menyimpannya sebagai treasury.

Apa yang mendorong perilaku ini? Biaya operasional yang tinggi, terutama listrik, menjadi alasan kuat. Dengan hadiah blok yang telah mengalami 'halving' atau pemotongan, pendapatan miner dari blok baru berkurang. Untuk menutupi biaya operasi dan menjaga profitabilitas, banyak miner memilih untuk mengonversi Bitcoin mereka ke dolar atau stablecoin secara lebih rutin. Aliran penjualan yang konsisten dari kelompok penting ini menambah tekanan jual yang harus diserap oleh pasar.

Lesunya Permintaan dari ETF Spot di Amerika Serikat

Aliran Dana Masuk yang Melambat Setelah Euphoria Awal

Di sisi permintaan, kondisi juga tidak terlalu cerah. Thorn mencatat bahwa antusiasme terhadap ETF Spot Bitcoin di Amerika Serikat, yang sempat menyulut rally harga awal tahun ini, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Laporan dari decrypt.co menyebutkan bahwa aliran dana masuk ke produk-produk ETF ini telah melambat secara signifikan.

Ini adalah perkembangan krusial. ETF Spot diharapkan menjadi saluran permanen bagi modal institusional dan ritel untuk masuk ke Bitcoin dengan mudah. Namun, ketika minat dari sisi ini mereda, salah satu pendorong permintaan utama melemah. Pasar kehilangan satu mesin pembeli potensial yang besar, tepat di saat pasokan dari berbagai sumber justru meningkat. Ketidakseimbangan inilah yang menjadi inti dari analisis Thorn.

Kondisi Makroekonomi dan Suku Bunga Tinggi The Fed

Lanskap ekonomi makro global juga tidak membantu. Bank sentral Amerika Serikat, The Fed, hingga saat ini mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk meredam inflasi. Lingkungan moneter yang ketat seperti ini secara tradisional tidak bersahabat dengan aset-aset berisiko tinggi seperti kripto.

Dana menjadi lebih mahal untuk dipinjam, dan investor cenderung lebih berhati-hati, seringkali memilih aset yang menghasilkan yield seperti obligasi pemerintah. Tekanan makro ini membatasi apetite risiko secara keseluruhan, membuat investor besar mungkin menunda atau mengurangi alokasi dananya ke Bitcoin. Kondisi eksternal ini memperburuk dinamika negatif yang berasal dari dalam industri kripto sendiri.

Apa yang Diperlukan untuk Membalikkan Tren?

Thorn Soroti Perlunya Pemicu Permintaan Baru

Lalu, apakah semua ini berarti jalan buntu untuk Bitcoin? Tidak juga. Alex Thorn memberikan perspektif tentang apa yang bisa mengubah narasi. Kunci utamanya, menurut analisis yang dikutip decrypt.co, adalah munculnya sumber permintaan baru yang kuat.

Thorn secara spesifik menyebutkan kemungkinan dari keputusan bank sentral atau negara-negara untuk membeli Bitcoin sebagai cadangan devisa, mirip dengan yang dilakukan El Salvador. Akuisisi institusional berskala besar seperti itu dapat menyerap tekanan penawaran yang saat ini terjadi dan menjadi katalis untuk rally baru. Tanpa pemicu permintaan segar yang signifikan, pasar akan kesulitan untuk menahan tekanan dari berbagai sisi penawaran yang telah dijelaskan.

Reaksi Pasar dan Level Support Kritis

Peringatan Thorn ini bukanlah yang pertama, namun datang dari analis yang dihormati di sebuah firma besar seperti Galaxy Digital membuatnya mendapat perhatian serius. Pasar tampaknya telah mulai mencerna faktor-faktor ini, dengan harga Bitcoin menunjukkan volatilitas tinggi dan perjuangan untuk mempertahankan level-level support tertentu.

Trader kini memantau dengan cermat level $60.000 sebagai pertahanan psikologis utama. Jika level ini tembus, analis teknis memprediksi bahwa Bitcoin bisa menguji area support yang lebih rendah. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa koreksi tajam sering kali menjadi fondasi untuk rally berikutnya, terutama setelah peristiwa halving yang baru saja terjadi. Pertanyaannya adalah seberapa dalam dan berapa lama koreksi kali ini akan berlangsung sebelum permintaan sejati kembali muncul.

Perspektif Jangka Panjang di Tengah Turbulensi Jangka Pendek

Penting untuk menempatkan analisis Thorn dalam konteks yang tepat. Sebagian besar faktor yang dia sebutkan—penjualan pemerintah Jerman, distribusi Mt. Gox, dan penjualan miner—adalah peristiwa yang terbatas waktunya. Pasokan dari sumber-sumber ini pada akhirnya akan terserap oleh pasar.

Bagi banyak investor jangka panjang, periode tekanan seperti ini justru bisa dilihat sebagai peluang akumulasi. Narasi fundamental Bitcoin—sebagai penyimpan nilai digital yang terdesentralisasi dengan pasokan terbatas—tidak berubah. Analisis dari Galaxy Digital ini berfungsi sebagai pengingat realistis bahwa jalan menuju adopsi yang lebih luas tidak selalu linear. Pasar aset digital tetap muda dan sangat dinamis, di mana fase konsolidasi dan koreksi adalah bagian alami dari siklusnya. Tantangan saat ini akan menguji ketahanan dan kedewasaan ekosistem Bitcoin dalam menangani tekanan penawaran berskala besar.

Sumber: decrypt.co, 2026-02-03T16:02:44+00:00


#Bitcoin #Kripto #AnalisisPasar #GalaxyDigital #EkonomiDigital

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top