Steve Platnick, Ilmuwan NASA yang Mengubah Pemahaman Kita tentang Awan dan Iklim, Pensiun Setelah 34 Tahun

Kuro News
0

Steve Platnick, ilmuwan NASA pensiun setelah 34 tahun mengubah pemahaman kita tentang awan dan iklim melalui misi satelit penting seperti MODIS dan

Thumbnail

Steve Platnick, Ilmuwan NASA yang Mengubah Pemahaman Kita tentang Awan dan Iklim, Pensiun Setelah 34 Tahun

illustration

📷 Image source: science.nasa.gov

Akhir dari Perjalanan Panjang di NASA

Steve Platnick meninggalkan warisan besar dalam ilmu iklim

Steve Platnick, salah satu ilmuwan terkemuka NASA yang selama 34 tahun mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari awan dan dampaknya terhadap iklim Bumi, akhirnya memutuskan untuk pensiun. Kabar ini diumumkan oleh science.nasa.gov pada 14 Agustus 2025.

Platnick bukan sekadar nama dalam daftar pegawai NASA. Dia adalah sosok kunci di balik sejumlah misi satelit penting yang mengubah cara kita memahami interaksi antara awan, radiasi matahari, dan perubahan iklim. Pensiunnya menandai akhir dari era bagi Divisi Ilmu Bumi NASA.

Dari Awan Sampai Satelit: Jejak Karier Platnick

Bergabung dengan NASA pada 1991, Platnick memulai kariernya sebagai peneliti muda dengan fokus pada sifat optik awan. Saat itu, pemahaman tentang peran awan dalam sistem iklim masih sangat terbatas.

Dia kemudian terlibat dalam proyek-proyek besar seperti MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer), instrumen yang terbang di atas satelit Terra dan Aqua NASA. Menurut science.nasa.gov, data dari MODIS telah menjadi tulang punggung bagi ribuan penelitian iklim selama dua dekade terakhir.

Revolusi Pengamatan Awan dari Angkasa

Salah satu kontribusi terbesar Platnick adalah pengembangan metode untuk mengukur properti awan dari luar angkasa. Sebelumnya, pengukuran seperti ketebalan awan, ukuran partikel, dan kandungan air hanya bisa dilakukan secara terbatas dari permukaan bumi.

Dia membantu merancang algoritma yang bisa mengekstrak informasi ini dari pantulan cahaya matahari yang ditangkap oleh satelit. Teknik ini, yang sekarang menjadi standar industri, memungkinkan pemantauan awan secara global hampir secara real-time.

Misi PACE: Mahakarya Terakhir

Sebelum pensiun, Platnick memainkan peran penting dalam misi PACE (Plankton, Aerosol, Cloud, ocean Ecosystem) yang diluncurkan NASA pada 2024. Misi senilai $800 juta ini dirancang untuk mempelajari interaksi kompleks antara fitoplankton di laut, aerosol di atmosfer, dan sistem awan.

'PACE adalah puncak dari segala yang telah kita pelajari selama 30 tahun terakhir,' kata Platnick dalam wawancara terakhirnya dengan science.nasa.gov. Misi ini diharapkan bisa memberikan data penting untuk memprediksi perubahan iklim dengan lebih akurat.

Dampak Penelitian Platnick di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tutupan awan tinggi dan aktivitas pembentukan awan yang intens sebenarnya sangat diuntungkan oleh penelitian Platnick. Metode penginderaan jauh yang dikembangkannya membantu memprediksi pola hujan dengan lebih baik.

Data dari satelit-satelit yang dikembangkan timnya digunakan oleh BMKG untuk memantau awan panas dari letusan gunung berapi atau mendeteksi kebakaran hutan melalui perubahan pola awan. Tanpa teknik ini, sistem peringatan dini bencana di Indonesia mungkin tidak akan seakurat sekarang.

Tantangan yang Belum Terselesaikan

Meski telah pensiun, Platnick mengakui masih banyak pekerjaan rumah dalam ilmu awan. Salah satunya adalah memahami bagaimana perubahan komposisi awan akibat polusi udara mempengaruhi iklim regional - masalah yang sangat relevan bagi Asia Tenggara dengan tingkat polusi tinggi.

'Kita baru menggores permukaan dalam memahami kompleksitas awan,' katanya. 'Setiap kali kita memecahkan satu misteri, muncul sepuluh pertanyaan baru.'

Warisan untuk Generasi Selanjutnya

Selama tiga dekade, Platnick tidak hanya menghasilkan penelitian inovatif tapi juga membina puluhan ilmuwan muda. Banyak mantan muridnya sekarang memegang posisi kunci di berbagai lembaga penelitian iklim dunia.

NASA menyatakan akan meneruskan pekerjaan Platnick melalui Earth Science Division mereka. Namun, mengisi kekosongan yang ditinggalkan ilmuwan sekaliber Platnick tentu bukan perkara mudah.

Apa yang Selanjutnya untuk Platnick?

Dalam wawancara perpisahannya, Platnick mengatakan akan menghabiskan waktu pensiunnya untuk menulis buku tentang evolusi ilmu penginderaan jauh bumi. Dia juga berencana menjadi profesor tamu di beberapa universitas.

'Saya mungkin pensiun dari NASA, tapi tidak dari sains,' ujarnya. Kata-kata yang menggambarkan semangat seorang ilmuwan sejati yang telah mengabdikan hidupnya untuk memahami planet kita.

Mengapa Karyanya Penting untuk Masa Depan Bumi?

Dalam era perubahan iklim, pemahaman tentang awan menjadi semakin kritis. Awan bisa mempercepat atau memperlambat pemanasan global tergantung jenis dan lokasinya. Tanpa penelitian dasar seperti yang dilakukan Platnick, model iklim yang kita andalkan akan jauh kurang akurat.

Kontribusi Platnick mungkin tidak sepopuler penemuan teleskop Hubble, tapi dampaknya sama besarnya. Setiap prediksi iklim, setiap kebijakan lingkungan, dan setiap sistem peringatan dini bencana saat ini mengandung sedikit dari warisan ilmiah Steve Platnick.


#NASA #Ilmuwan #PerubahanIklim #Awan #Sains #PACE

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top