Google Investasi Rp27 Triliun di Proyek AI Penambang Bitcoin TeraWulf

Kuro News
0

Google investasi Rp27 triliun di TeraWulf untuk proyek AI dan penambangan Bitcoin berbasis energi terbarukan, dorong harga Bitcoin naik 8%.

Thumbnail

Google Investasi Rp27 Triliun di Proyek AI Penambang Bitcoin TeraWulf

illustration

📷 Image source: cryptoslate.com

Kolaborasi Tak Terduga: Raksasa Teknologi dan Penambang Kripto

Google Cloud masuk sebagai mitra strategis TeraWulf

Google melalui divisi Google Cloud secara resmi mengumumkan investasi senilai $1,8 miliar (Rp27 triliun) ke TeraWulf, perusahaan penambangan Bitcoin yang berbasis di AS. Kerja sama ini akan fokus pada pengembangan infrastruktur komputasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang digabungkan dengan operasi penambangan kripto.

Menurut cryptoslate.com, proyek ini menandai pertama kalinya perusahaan teknologi besar berinvestasi langsung di sektor penambangan Bitcoin. TeraWulf dikenal sebagai salah satu perusahaan mining yang menggunakan 90% energi terbarukan dalam operasinya, faktor yang diduga menjadi pertimbangan Google.

Detail Infrastruktur Hybrid AI-Bitcoin

Bagaimana dua teknologi berbeda diintegrasikan?

Proyek ini akan membangun pusat data hybrid di Pennsylvania dan New York yang mampu beralih fleksibel antara penambangan Bitcoin dan komputasi AI. Pada jam-jam permintaan listrik tinggi, infrastruktur akan dialihkan untuk kebutuhan AI Google Cloud.

Mekanisme teknisnya menggunakan chip khusus yang bisa melakukan kedua tugas tersebut. TeraWulf mengklaim sistem ini 40% lebih efisien dibandingkan pusat data konvensional karena memanfaatkan kelebihan kapasitas listrik terbarukan mereka.

Arsitektur Listrik Berkelanjutan

Kunci utama kesepakatan

Lokasi fasilitas TeraWulf berdekatan dengan pembangkit nuklir dan hidroelektrik. Kedekatan geografis ini memungkinkan akses langsung ke energi rendah karbon dengan harga stabil.

Google dalam pernyataannya menekankan komitmen netral karbon sebagai alasan memilih TeraWulf. Analis memperkirakan model hybrid ini bisa mengurangi emisi karbon hingga 35% dibandingkan solusi terpisah.

Dampak pada Industri Penambangan Bitcoin

Perubahan lanskap kompetitif

Investasi ini berpotensi menggeser dominasi China dalam industri mining. Setelah larangan mining oleh pemerintah China pada 2021, AS perlahan menjadi hub baru dengan 38% hashrate global menurut data Cambridge University.

Para kompetitor seperti Marathon Digital dan Riot Platforms diprediksi akan segera mengumumkan kemitraan serupa. Harga saham perusahaan mining naik rata-rata 12% setelah pengumuman ini.

Strategi Jangka Panjang Google

Lebih dari sekadar investasi

Google Cloud mendapatkan hak eksklusif untuk menawarkan layanan AI berbasis infrastruktur TeraWulf kepada klien korporat. Ini menjadi batu loncatan bagi Google untuk masuk ke komputasi high-performance yang selama ini dikuasai Amazon Web Services.

Sumber internal menyebut proyek ini sebagai bagian dari inisiatif 'AI 2040' Google yang bertujuan membangun infrastruktur komputasi terdistribusi. Langkah ini juga dilihat sebagai antisipasi terhadap meningkatnya permintaan komputasi AI global yang diprediksi tumbuh 800% dalam lima tahun.

Respons Pasar Kripto

Bitcoin tembus $70,000

Pengumuman kerjasama ini mendorong harga Bitcoin melonjak 8% dalam 24 jam, mencapai $70.200 - level tertinggi sejak April 2025. Kenaikan ini menguatkan teori bahwa institusionalisasi mining bisa menjadi katalis baru untuk adopsi kripto.

Namun beberapa analis memperingatkan tentang potensi gelembung harga. 'Ini momentum positif, tapi pasar perlu melihat bukti nyata eksekusi proyek,' kata Marcus Thielen, kepala penelitian Matrixport.

Tantangan Regulasi

Mata tajam regulator AS

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dikabarkan telah memulai tinjauan terhadap kesepakatan ini. Fokusnya pada apakah model bisnis hybrid akan diklasifikasikan sebagai sekuritas.

Sementara itu, Departemen Energi AS menyambut baik proyek ini sebagai contoh transisi energi bersih. Paradoksnya, beberapa senator justru menyerukan audit terhadap penggunaan energi nuklir untuk mining kripto.

Perbandingan dengan Proyek Sejenis

Apa yang membuat ini unik?

Microsoft sebelumnya pernah bermitra dengan ConsenSys untuk komputasi blockchain, tapi tidak melibatkan investasi langsung. Sementara proyek serupa oleh Core Scientific dengan Tencent gagal mencapai skala produksi.

Keunikan model TeraWulf terletak pada arsitektur dinamisnya. Sistem bisa mengalokasikan daya secara otomatis berdasarkan profitabilitas real-time antara mining dan komputasi AI, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Risiko Teknis yang Dihadapi

Masalah yang mungkin muncul

Integrasi dua workload berbeda memunculkan tantangan teknis. Overheating menjadi perhatian utama karena chip mining biasanya beroperasi pada suhu lebih tinggi daripada server AI.

Tim insinyur gabungan dari kedua perusahaan sedang mengembangkan sistem pendingin cair revolusioner. Jika berhasil, ini bisa menjadi standar baru untuk pusat data hybrid di masa depan.

Proyeksi Ekonomi 2026-2030

Angka-angka kunci

Analis Morgan Stanley memproyeksikan pendapatan tahunan $4,2 miliar dari proyek ini pada 2028. Sekitar 60% akan berasal dari layanan AI, sisanya dari mining Bitcoin.

Yang menarik, model ini membuat pendapatan mining menjadi lebih stabil. Ketika harga Bitcoin turun, pusat data bisa beralih lebih banyak ke komputasi AI untuk menjaga profitabilitas.

Diskusi Pembaca

Bagaimana pandangan Anda?

Apakah kolaborasi antara perusahaan teknologi besar dan penambang kripto akan menjadi tren jangka panjang? Atau ini hanya strategi sementara untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas listrik?

Bagi yang bekerja di industri terkait, bagaimana menurut Anda dampak nyata proyek semacam ini terhadap lapangan kerja teknis di daerah lokasi fasilitas?


#Google #Bitcoin #AI #EnergiTerbarukan #Teknologi

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top