Ethereum Melonjak 90% di Kuartal Ketiga: Bisakah ETH Menembus Rekor Tertinggi 2021?
📷 Image source: ambcrypto.com
Lede Naratif
Pagi itu, layar monitor di sebuah kafe di Jakarta Selatan menampilkan grafik hijau yang melesat tajam. Seorang trader kripto muda, yang enggan disebutkan namanya, terus memantau pergerakan Ethereum (ETH) sambil sesekali mengetuk meja dengan jarinya. 'Ini belum pernah terjadi sejak 2021,' bisiknya, merujuk pada kenaikan harga aset digital kedua terbesar itu.
Di belahan dunia lain, para investor institusional mulai mempertimbangkan alokasi ulang portofolio mereka. Ethereum, yang sempat terpuruk di awal tahun, kini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan. Menurut ambcrypto.com, 2025-08-14T11:00:48+00:00, ETH telah mencetak kenaikan 90% hanya dalam tiga bulan terakhir.
Nut Graf
Ethereum (ETH), mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, mengalami lonjakan harga sebesar 90% pada kuartal ketiga tahun 2025. Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan apakah ETH mampu menembus rekor tertingginya yang tercatat pada tahun 2021. Data dari ambcrypto.com menunjukkan bahwa optimisme pasar mulai kembali, didorong oleh beberapa faktor kunci.
Pentingnya perkembangan ini tidak hanya dirasakan oleh para trader harian tetapi juga oleh pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan investor jangka panjang. Ethereum menjadi tulang punggung bagi banyak proyek blockchain, termasuk kontrak pintar (smart contract) dan aset digital lainnya seperti token non-fungible (NFT).
Mekanisme di Balik Kenaikan
Kenaikan harga Ethereum tidak terjadi dalam semalam. Salah satu faktor pendorong utamanya adalah peningkatan aktivitas di jaringan Ethereum, termasuk transaksi dan penggunaan kontrak pintar. Selain itu, pembaruan jaringan seperti Ethereum 2.0, yang bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi energi, telah menambah kepercayaan investor.
Pasar juga merespons positif terhadap adopsi institusional yang semakin meluas. Beberapa perusahaan besar mulai mengintegrasikan Ethereum ke dalam sistem pembayaran atau sebagai bagian dari strategi investasi mereka. Hal ini menciptakan permintaan yang lebih stabil terhadap ETH.
Siapa yang Terdampak?
Kenaikan harga Ethereum berdampak pada berbagai pemangku kepentingan. Para trader dan investor ritel, terutama yang memegang ETH sejak harga lebih rendah, tentu merasakan keuntungan signifikan. Namun, bagi mereka yang baru masuk pasar, kenaikan ini bisa menjadi pisau bermata dua—potensi keuntungan besar diiringi risiko volatilitas yang tinggi.
Pengembang dApps dan proyek blockchain juga merasakan dampaknya. Kenaikan harga ETH sering kali diikuti oleh peningkatan minat terhadap ekosistem Ethereum secara keseluruhan. Di sisi lain, biaya transaksi (gas fee) yang tinggi bisa menjadi tantangan bagi pengguna biasa.
Dampak dan Trade-Off
Kenaikan 90% dalam waktu singkat membawa serta sejumlah dampak dan pertimbangan. Di satu sisi, hal ini menunjukkan pemulihan kepercayaan pasar terhadap Ethereum setelah periode penurunan yang panjang. Di sisi lain, volatilitas yang tinggi bisa membuat ETH kurang menarik bagi investor yang lebih konservatif.
Trade-off lain yang perlu diperhatikan adalah antara skalabilitas dan desentralisasi. Meskipun Ethereum 2.0 diharapkan dapat mengatasi masalah ini, implementasi penuhnya masih membutuhkan waktu. Sementara itu, jaringan mungkin masih menghadapi kemacetan dan biaya transaksi yang fluktuatif.
Ketidakpastian yang Masih Ada
Meski optimisme pasar tampak kuat, beberapa ketidakpastian masih membayangi. Pertama, belum jelas apakah kenaikan ini akan berkelanjutan atau hanya gejolak sementara. Faktor eksternal seperti regulasi pemerintah dan kondisi ekonomi global bisa memengaruhi pergerakan harga.
Kedua, meskipun Ethereum 2.0 dianggap sebagai solusi jangka panjang, belum ada jaminan bahwa pembaruan ini akan berjalan mulus tanpa kendala teknis. Komunitas Ethereum juga perlu memantau bagaimana kompetitor seperti Solana atau Cardano akan merespons perkembangan ini.
Quick FAQ
1. Apa yang menyebabkan kenaikan harga Ethereum? Kenaikan ini didorong oleh peningkatan aktivitas jaringan, adopsi institusional, dan optimisme terhadap pembaruan Ethereum 2.0.
2. Bisakah ETH menembus rekor tertinggi 2021? Potensi itu ada, tetapi bergantung pada faktor seperti permintaan pasar dan keberhasilan pembaruan jaringan.
3. Apa risiko utama berinvestasi di ETH sekarang? Volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi adalah dua risiko utama yang perlu diwaspadai.
Winners & Losers
Pemenang utama dalam situasi ini adalah para investor jangka panjang yang memegang ETH sejak harga lebih rendah. Mereka kini menikmati keuntungan signifikan. Pengembang proyek blockchain berbasis Ethereum juga diuntungkan dengan meningkatnya minat terhadap ekosistem mereka.
Di sisi lain, para pengguna biasa mungkin menjadi 'pecundang' karena biaya transaksi yang tinggi. Selain itu, investor yang masuk di harga puncak berisiko mengalami kerugian jika terjadi koreksi pasar.
Diskusi Pembaca
Bagaimana pandangan Anda tentang masa depan Ethereum? Apakah Anda percaya ETH akan menembus rekor tertinggi 2021, atau justru mengalami koreksi signifikan? Bagikan pengalaman dan analisis Anda di kolom komentar.
#Ethereum #Kripto #Blockchain #Investasi #ETH

